Monthly Archives: November 2020

Demam Lada Dipicu Harga Bag2

Menurut Bulletin Harga Mingguan, yang dirilis Komunitas Lada Internasional (IPC), lada hitam di tingkat produsen dihargai US$ 5.650-5.900 per ton. Adapun lada putih dibanderol US$ 9.250-9.350 per ton. Di tingkat eksportir, harga lada melonjak. Lada hitam dibanderol US$ 7.200 per ton dan lada putih US$ 10.800 per ton. Harga lada asal Indonesia di bursa komoditas New York, Amerika Serikat, dipatok US$ 11.690 per ton. Harga yang menggiurkan ini memicu petani melirik lada.

Apalagi sejak harga komoditas lain, terutama kelapa sawit dan karet, nyungsep. ”Yang paling banyak bermigrasi ke lada adalah petani singkong,” kata Mohammad Thoriq, Ketua Asosiasi Rempah Indonesia. Harga singkong sekarang hanya Rp 400-700 per kilogram—terjun bebas dari tahun lalu Rp 1.100-1.500 per kilogram. Pemilik PT Nusa Agro Lestari itu menyebutkan peluang agrobisnis lada terbuka lebar. Sebab, kesenjangan permintaan dan penawaran di pasar dunia masih sangat lebar.

”Pasarnya tidak terbatas,” ujar Thoriq. ”Berapa pun pasokan kita, pasti habis diborong.” Thoriq, yang sebelumnya hanya melakukan jual-beli rempah, sekarang ikut menanam lada. Karena itu, Nusa Agro mengembangkan pola kemitraan dengan petani. Mereka melakukan pembinaan, menyediakan bibit, hingga memberi jaminan pembelian hasil panen.

Lahan kritis seluas 40-50 hektare milik Sultan Ground di Kulon Progo, Yogyakarta, disulap menjadi kebun lada. Nusa Agro juga berencana menanam lada di Provinsi Jambi. Di Jambi dan Yogyakarta, Nusa Agro Lestari juga akan mengembangkan cabai jamu dan kemukus. Menurut Thoriq, budi daya cabai jamu dan kemukus juga sedang naik daun. Selain untuk kebutuhan bumbu dapur, buah tanaman merambat ini digemari industri jamu dan farmasi. Thoriq mengatakan bisnis lada sangat fleksibel.

Demam Lada Dipicu Harga

Yogi Dwi Sungkowo terke jut dengan melonjaknya permintaan bibit lada. Satu tahun terakhir, pemesan an bibit naik hingga 30 persen. ”Tahun ini kami kirim sampai 100 ribu polybag,” kata Ketua Kelompok Petani Lada Desa Kedarpan, Purbalingga, Jawa Tengah, itu, Kamis pekan lalu. Bibit-bibit berumur 2,5-3 bulan itu untuk memenuhi pesanan dari berbagai daerah, antara lain Bengkulu, Aceh, dan Kalimantan Timur.

Akhir tahun ini, Yogi masih sempat melakukan dua kali pengiriman ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Daerah-daerah itu, menurut dia, baru memulai pengembangan budi daya lada. Tak hanya dari luar daerah, permintaan juga datang dari petani Purbalingga. Mereka adalah pemilik lahan sempit dengan luas di bawah setengah hektare.

Itu sebabnya, dalam dua tahun terakhir, luas lahan lada di kabupaten yang diapit Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng tersebut bertambah menjadi 350 hektare. ”Padahal dulu lada hanya tanaman sela. Sekarang mereka sudah menanam intensif,” ujar Yogi, yang juga Ketua Asosiasi Petani Lada Purbalingga. Menurut peneliti senior di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementerian Pertanian, Dyah Manohara, bisnis lada tengah naik daun.

Akibatnya, banyak daerah yang selama ini tidak dikenal sebagai penghasil rempah kini ikut menanam lada. Salah satu alasan petani menanam lada adalah kenaikan harga lada dalam dua-tiga tahun terakhir sangat tinggi. Tahun lalu, harga lada putih mencapai Rp 175 ribu per kilogram dan lada hitam Rp 140 ribu per kilogram. Itu harga dari petani. Meski sekarang berada di kisaran Rp 110-115 ribu, harga ini sudah jauh lebih mahal dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang stabil di harga Rp 70-80 ribu per kilogram.

Sup kepiting Sechuan ala Catering Sehat Jakarta

Sup kepiting Sechuan ala Catering Sehat Jakarta

Bahan: 150 gram daging kepiting 150 gram lobak, potong korek api besar 100 gram jamur hioko segar, potong potong 75 gram kacang polong 3 siung bawang putih, cincang halus 2 cm jahe, memarkan 2 3/4 sendok teh garam 2 sendok makan saus sechuan 3/4 sendok teh gula pasir 1.500 ml kaldu ayam 1/4 sendok teh merica bubuk 2 sendok teh kecap asin 2 sendok makan maizena, larutkan dalam 2 sendok makan air 1 putih telur 1 sendok teh minyak wijen 2 batang daun bawang, iris halus 2 sendok makan minyak untuk menumis

Cara membuat: 1. Panaskan minyak. Tumis bawang putih dan jahe sampai harum. Masukkan daging kepiting. Aduk rata. 2. Masukkan kacang polong, jamur, lobak, saus sechuan, gula pasir, kecap asin, merica bubuk, dan garam. Aduk rata. Tuang kaldu ayam. Masak sampai mendidih. 3. Kentalkan dengan larutan maizena. Aduk sampai meletup-letup. 4. Masukkan putih telur secara perlahan sambil diaduk-aduk. Tambahkan daun bawang, dan minyak wijen. Aduk rata.

Beef Black Bean Sauce

Bahan: 400 gram daging has dalam, potong kotak 2 x2cm 1/2 buah paprika hijau, potong kotak 3 siung bawang putih, memarkan 1/2 buah bawang bombay, potong kotak 2 cm jahe, memarkan 1/2 buah paprika merah, potong kotak 2 sendok makan black bean sauce (misal: Lee kum kee) 1 sendok makan kecap manis 1/4 sendok teh garam 1 sendok teh kecap asin 200 ml air 1 batang daun bawang, potong 1 cm 2 sendok makan minyak wijen untuk menumis

Cara membuat: 1. Panaskan minyak wijen. Tumis bawang putih, jahe, bawang bombay hingga tercium harum. 2. Masukan daging. Aduk sampai berubah warna. 3. Tambahkan paprika. Aduk sampai setengah layu. 4. Masukkan kecap manis, kecap asin, black bean sauce, dan garam. Aduk rata. 5. Tuang air. Masak sampai matang dan meresap. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.

Lomi Goreng taosi ala Catering Jakarta

Lomi Goreng taosi ala Catering Jakarta

Bahan: 150 gram ayam fillet, potong panjang 500 gram lomi 3 siung bawang putih, cincang halus 1/2 buah bawang bombay, iris panjang 1/2 sendok teh gula pasir 2 cm jahe memarkan 2 buah cabai merah besar, potong serong 2 butir telur 1 sendok makan saus tiram 2 sendok makan taosi 4 batang caisim, potong-potong 1 sendok makan kecap manis 2 sendok teh kecap ikan 1/4 sendok teh merica bubuk 1 sendok teh angciu 2 sendok teh kecap asin 100 ml kaldu ayam 1 batang daun bawang, potong 1 cm 2 sendok makan minyak untuk menumis 1 sendok teh garam

Cara membuat: 1. Tumis bawang bombay, jahe, bawang putih, cabai hingga tercium bau harum. 2. Masukkan ayam. Aduk sampai berubah warna. Sisihkan di tepi wajan. Tuang telur. Aduk sampai berbutir. 3. Tambahkan caisim dan taosi. Aduk sampai setengah layu. 4. Masukkan lomi, aduk rata. Bubuhi saus tiram, kecap ikan, merica bubuk, kecap manis, angciu, garam, kecap asin, dan gula. Aduk rata. 5. Tuang kaldu. Aduk sampai matang. Masukkan daun bawang. Aduk rata.

Hoisin Orange Chicken

Bahan: 1 ekor ayam, potong 20 bagian 2 cm jahe, haluskan 1 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica hitam bubuk minyak untuk menggoreng 3 siung bawang putih, cincang halus 1 buah bawang bombay, potong panjang 1/4 sendok teh merica bubuk 1 sendok makan kecap inggris 2 sendok makan saus hoisin 25 ml air jeruk sunkist 1 sendok teh air jeruk lemon 2 sendok teh kulit jeruk sunkist, potong panjang 2 sendok makan margarin untuk menumis 1 sendok teh garam 150 ml kaldu ayam

Cara membuat: 1. Lumuri ayam dengan jahe, garam, dan merica. Diamkan 10 menit. Goreng di menggunakan minyak yang telah dipanaskan hingga berkulit. 2. Panaskan margarin. Tumis bawang bombay, bawang putih sampai tercium harum. 3. Masukkan ayam, saus hoisin, kecap inggris, garam, dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang kaldu. Aduk rata. Masak sampai meresap. 4. Masukkan air jeruk sunkist, kulit jeruk lemon, air jeruk lemon dan Aduk hingga rata.