Monthly Archives: July 2021

Gara-Gara Pabrik Eks Cina Bag6

IISIA sendiri tak mengetahui pasti berapa total industri yang memakai teknologi tanur induksi di Indonesia. ”Bisa jadi sudah ratusan.” IISIA telah meminta pemerintah menyaring investasi industri baja yang akan masuk ke Indonesia. Salah satu caranya dengan membatasi kriteria teknologi yang boleh digunakan pabrik. ”Induction furnace jelas harus dilarang.” Namun hingga kini aturan tersebut belum juga terbit.

Padahal, sejak dua tahun lalu, IISIA bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal berulang kali membahas rancangan aturan kriteria investasi. Tanpa adanya kriteria investasi, Hidajat khawatir industri baja induction furnace makin merajalela. Dampaknya, baja yang diproduksi pabrik yang sudah sesuai dengan standar akan sulit bersaing.

Biarkan Papa Bersama Si Kecil

Pernah baca buku Because I’m Your Dad? Buku karya dari pengarang yang bernama Ahmet Zappa serta Dan Santat sebagai ilustratornya ini, ternyaya sangat menarik, bercerita tentang perasaan papa pada anaknya. Cerita sederhana yang didukung dengan i lustrasi keren serta gambar si papa monster dan anak monster ini, sedikit mengingatkan kita pada serial kartun Henry Hugglemonster di Disney Junior.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Versi Ahmet-Dan lebih besar, gemuk, dan menggemaskan. Dari buku ini, kita tersadar ekspresi sayang seorang papa itu memang muncul dalam bentuk berbeda dari kasih sayang mama. Sama-sama melindungi kok, hanya mungkin lebih fun dan santai. Seperti untuk urusan makan, sarapan enggak mesti makanan yang berat-berat, bahkan spaghetti pun bisa untuk sarapan dan french toast untuk makan malam. Papa juga yang “mengajari” anak bersendawa dengan suara besar (dan puas!).

Papa pun punya cara sendiri untuk meninabobokkan anak, lengkap dengan selimut yang membungkus tubuh anak sambil gigit-gigit kaki kecilnya. Jadi, memang papa punya ikatan spesial dengan anak. Persis seperti yang dilakukan papa monster pada anaknya dalam buku Because I’m Your Dad ini, membangkitkan kenangan kita pada papa saat kecil. Yuk, Ma, dorong Papa agar mau menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak, tentu dengan cara mereka sendiri.

Agar Si Kecil Cepat Tidur

Salah satu PR orangtua adalah bagaimana caranya agar si prasekolah cepat tidur atau tidur tidak terlalu larut malam. Pertama, jangan sampai anak terlalu lelah beraktivitas. Saat anak terlalu lelah, tubuhnya akan melepaskan hormon stres yang disebut kortisol, sehingga membuat anak sulit tidur. Jadi, kurangi aktivitas harian anak, agar ia tidak terlalu lelah, kemudian majukan jam tidur anak, sehingga anak bisa lebih relaks. Kedua, matikan TV. Jangan biasakan TV menemani anak tidur. Penelitian menunjukkan, cahaya biru dari layar TV menghambat pelepasan hormon melatonin dan memengaruhi kualitas tidur.

Sumber : https://eduvita.org/

Setelah N219 Terbang Tinggi Bag7

Tahun depan, menurut Agung, akan masuk ke fase kedua untuk membuat rancangan detail dan membangun enam unit purwarupa. R80 akan bersaing dengan produk pabrikan Italia-Prancis lainnya, ATR 72, yang berkapasitas 72 penumpang, serta Bombardier Dash 8 Q400 buatan Kanada yang berdaya angkut 76 penumpang. ”R80 lebih ekonomis karena daya angkutnya lebih banyak,” ujar Agung. Agung mengatakan, untuk menjawab persyaratan operasi yang jauh lebih berat, R80 menggunakan teknologi yang 10- 15 tahun lebih modern ketimbang ATR 72 maupun Dash 8 Q400. Misalnya, teknologi avionic yang memenuhi persyaratan CNS/ATM (communication, navigation, surveillance/air trafc management) pada 2020 ke atas.

Mewaspadai Pertusis Bag2

Tiga Stadium

Mama, bila si kecil menunjukkan gejala batuk yang frekuensinya terus bertambah dari hari ke hari, disertai pilek dan malas makan, sekalipun tidak ada demam, baiknya periksakan ke dokter. Itu merupakan gejala klinis awal terkena pertusis. Apalagi bila si kecil juga ada kontak de ngan penderita atau anak yang belum diimunisasi atau imunisasinya tidak lengkap dan mengalami batuk pilek.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Lebih lengkapnya, ini tingkatan gejala klinis pertusis sesuai dengan stadiumnya. # Pertama, stadium kataral. Stadium ini berlangsung 2—7 hari dengan gejala klinis minimal, yaitu: pilek, malas makan, frekuensi batuk bertambah, bisa disertai demam ataupun tanpa demam. # Kedua, stadium paroksismal. Stadium ini berlangsung 1—2 minggu (bisa juga mencapai 8 minggu), dengan karakteristik “batuk pertusis” terutama pada pasien usia 6 bulan hingga 5 tahun: batuk mengonggong diikuti dengan muntah saat bayi/balita makan atau beraktivitas.

Dapat pula dijumpai muka merah hingga biru, mata menonjol, lidah menjulur, produksi kelenjar air mata dan liur berlebih, pelebaran vena di leher, serta penurunan kesadaran dan penurunan berat badan. # Stadium konvalesens. Gejala akan berkurang dalam beberapa ming gu sampai dengan beberapa bulan; dapat terjadi komplikasi berupa bercak darah pada kepala/leher, perdarahan mata, dan infeksi paru.

Penanganan Pertusis

Untuk memastikan si kecil terkena pertusis, dokter akan meminta Mama melakukan pemeriksaan penunjang: ¦ Pemeriksaan darah, hasilnya menunjukkan ada peningkatan jumlah sel leukosit (15.000— 100.000/mm3) dengan peningkatan jenis sel limfosit (limfositosis absolut), selain juga didapatkan antibodi IgG terhadap toksin pertusis. ¦ Foto dada (rontgen), dijumpai adanya bercak (infi ltrat) paru, kolaps paru (atelektasis), atau empiema (infeksi paru). ¦

Diagnosis pasti bila ditemukan organisme bakteri B. Pertussis pada fase awal penyakit dengan pemeriksaan apusan rongga hidung dan langit langit belakang rongga mulut (apus nasofa ring). Setelah si kecil diketahui positif menderita pertusis, maka ia perlu menjalani rawat inap untuk mendapatkan tindakan berikut: ¦ Pemberian oksigen hingga mesin bantuan napas (ventilasi mekanik) jika dibutuhkan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/