Monthly Archives: September 2021

Hikayat Dahana Di Bukit Tursina Bag9

Menurut dia, sebagai BUMN strategis, direksi Dahana seolah-olah mengabaikan tahap analisis risiko dan kajian kelayakan kerja sama atas kemampuan mitranya, terutama kemampuan permodalan dan fnansial. Apalagi kalau ujung-ujungnya untuk melanggengkan modus pengeluaran uang dengan cara pemberian dana talangan. ”Kalau butuh tanah, kenapa harus lewat Suma Energi? Kalau mau beli tanah Pukati, ya ke Pukati langsung saja,” kata auditor tersebut.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Achsanul Qosasi, mengatakan Dahana seharusnya melakukan uji tuntas atas nilai riil Suma Energi dan menjelaskan nilai yang didapat dari konversi saham. ”Yang penting ada penyelesaian atas uang yang sudah keluar,” ujarnya. Dalam rekomendasinya, Badan Pemeriksa Keuangan meminta direksi Dahana mengevaluasi kerja sama pembangunan pabrik amonium nitrat dengan Suma Energi.

Papa Perokok, Waspadai Kanker Testis

Meski penyakit ini tergolong langka, sikap hati-hati tetap perlu dijaga, terutama bila Papa tergolong perokok aktif. Sperma dan hormon testosteron memiliki peran yang penting dalam perkembangan dan fungsi seksual pada lelaki. Keduanya diproduksi oleh testis. Karena itu, pada sistem reproduksi lelaki, testis merupakan bagian vital. Organ seks lelaki ini berbentuk oval dan berada di dalam kantong penis (skrotum). Salah satu problem kesehatan yang bisa terjadi adalah kanker testis, meski terbilang cukup langka (angka kejadiannya sedikit).

Baca juga : toefl ibt jakarta

Kanker testis terjadi ketika sel-sel tumbuh secara abnormal pada bagian testis dan tak bisa dikendalikan. Kemudian, akan terus berkembang tanpa bisa dikontrol. APA PENYEBABNYA? Ternyata, hingga kini belum diketahui secara pasti dan jelas mengenai penyebab kanker testis. Meski begitu, terdapat beberapa unsur yang bisa meningkatkan risiko seorang lelaki terkena kanker testis, yaitu: • Riwayat kesehatan. Bila ada anggota keluarga, misalnya, ayah atau saudara kandung lelaki yang mengalami kanker testis, peluang seseorang mengalami masalah kesehatan yang sama akan meningkat. • Perokok aktif, dalam Mangka panMang mengalami risiko hingga dua kali untuk mengalami kanker testis. • Pertumbuhan testis tak normal.

Misalnya, seseorang terkena sindrom klinefelter menjadikan menyebabkan testis tak bisa berkembang dengan normal. Alhasil, meningkatkan risiko mengalami kanker testis. Sindrom Klinefelter merupakan gangguan genetik yang membuat laki-laki memiliki kromosom X tambahan, jadi kromsom yang terbentuk bukan XY namun XXY. • Testis tidak turun. Testis dibentuk di abdomen dan biasanya turun ke dalam skrotum setelah bayi lahir atau di usia satu tahun. Pada kasus tertentu, testis tidak turun (kriptorkismus). Untuk anak yang memiliki kasus ini dikerjakan upaya operasi. • HIV/AIDS, Penderita HIV/AIDS rentan terkena kanker testis, karena masalah kesehatan ini menyerang sistem kekebalan tubuh. •

Faktor Ras. Konon, kanker testis cenderung terjadi pada lelaki kulit putih ketimbang kulit hitam. INI GEJALANYA, PA! Ada beberapa gejala yang ditunjukkan bila seorang lelaki diduga mengalami kanker testis, yaitu: • Gejala paling umum adalah muncul benjolan atau pembengkakan di area testis yang bisa disertai nyeri atau bahkan tak ada rasa sakit. • Di sekitar testis dan skrotum terasa pegal atau rasa sakit yang tajam. Rasa ini timbul-hilang. • Skrotum terasa berat. • Terjadi penimbunan cairan di dalam skrotum. Benjolan dan pembengkakan pada bagian testis memang belum tentu menunjukkan adanya kanker.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Senjata Pemberantas Demam Berdarah Bag8

Belajar dari hal ini, penyebaran nyamuk di Bantul dilakukan mulai dari telur. Warga dititipi ember yang berisi telur nyamuk untuk diasuh sampai menetas. Selain mengantisipasi sikap reaktif, penitipan telur ini membuat penduduk ikut merasa memiliki. ”Efeknya bagus. Kalau air dalam ember tumpah karena kesenggol kucing atau embernya hilang, warga melapor ke kami,” ujar Adi. Nyamuk di lokasi penelitian tersebut kemudian dipantau.

Menurut Adi, hingga pekan lalu, persentase nyamuk ber-Wolbachia 85-95 persen dari total nyamuk yang berkeliaran di daerah tersebut. Soal penurunan angka kasus demam berdarah, Adi mengatakan masih perlu dibuktikan di lokasi yang lebih luas karena lingkup empat tempat riset tadi masih terlalu kecil.

Gagal Paham Instruksi Sederhana Bag2

“Nak, jalannya pelan-pelan saja. Nanti kamu bisajatuh,” atau, “Nak, berjalan saja, lantainya  masih licin. Nanti kamu bisa jatuh kalau berlari,” daripada, memakai “Jangan lari, Nak.” Banyak orangtua mungkin tak menyadari, melarang jauh lebih singkat daripada memberikan penjelasan, sehingga mereka kerap lebih mudah menyuarakan larangan meskipun cenderung dilanggar oleh anak.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Di sinilah tantangan yang tidak ada habisnya ketika berperan menjadi orangtua. BELAJAR MEMAHAMI INSTRUKSI Jika Mama Papa merasa si kecil mungkin belum memahami instruksi, cobalah mengajarinya perlahanlahan. Seperti kisah Mira tadi, disuruh menutup pintu, kok, malah membuka pintu? Maka, dekatilah si kecil dan ajak ia memegang daun pintu. Saat Mama berkata “tutup”, tempatkan tangan si kecil di daun pintu dan ajari ia mendorong pintu hingga tertutup. Lalu saat Mama berkata “buka”, tempatkan tangan si kecil di tepi daun pintu dan ajari ia menariknya sehingga terbuka.

Kita dapat mengulangi kegiatan ini beberapa kali sampai si kecil dapat membedakan instruksi menutup dan membuka pintu. Tentu, pada usia ini anak tidak belajar membuka pintu dari kondisi benarbenar tertutup karena secara fisik ia mungkin belum mampu menjangkau pegangan pintu. Anak juga perlu diajarkan memegang di tempat yang aman sehingga jarinya tidak terjepit. Nurul juga menekankan supaya kita membimbing anak untuk mendengarkan, dengan memintanya untuk melihat ke lawan bicara, pada waktu mereka memberikan instruksi atau memberikan permintaan. Jangan biarkan mereka malah berlarian pad waktu Papa Mama mengajaknya bicara.

Ajaklah si kecil untuk duduk di samping kita sewaktu menyampaikan permintaan. Jika ia terus saja berlari-lari, kita bisa menghentikannya sambil memeluk dan berkata, “Dengarkan dulu, ya, Nak. Mama mau kamu cuci tangan terlebih dahulu sebab tanganmu berdebu. Lihat, nih. Nanti kamu bisa sakit.” Dengan cara ini kita sekaligus mengajarkan cara berkomunikasi yang baik. Kemampuan memahami instruksi bukannya tak penting, lo. Menurut para ahli, ketika anak mampu memahami instruksi, berarti ia juga mampu mendengarkan orang lain dan tidak tergesa-gesa melakukan sesuatu. Nurul menambahkan, “Anak yang telah memahami instruksi berarti ia telah mampu mengikuti figur otoritas. Hal ini menunjukkan bahwa anak dapat diarahkan.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/