Bisa Diprediksi Sejak Janin

Hipotermia pada bayi dapat diprediksi ketika ia masih di dalam kandungan sehingga begitu lahir, bayi dapat dengan segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Dokter, bisa mendeteksi apakah bayi memiliki risiko hipotermia dengan membaca sekilas status riwayat kehamilan Mama: bagaimana taksiran berat janin, umur kehamilan, juga sosial ekonomi. Sosial ekonomi ini berhubungan dengan nutrisi, kalau nutrisi kurang, bayi umumnya akan lahir kecil.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Jika ada rencana operasi sesar pun, dokter akan melihat umur kehamilan Mama, bila kurang 37 minggu, taksiran berat janin dari USG sekitar 2.200 g, misalnya, maka bayi bisa berisiko hipotermia. Tentunya, untuk mengetahui bayi tersebut hipotermia atau tidak, ketika lahir akan diukur suhu tubuhnya sesuai dengan parameter pengukuran menggunakan termometer yang diletakkan di ketiak.

Mau Liburan Jauh? Siapkan Bayi Mama

Jika Mama ada rencana berlibur di tempat dengan zona waktu yang sangat berbeda, sebaiknya mulailah sedikit demi sedikit mengubah jadwal aktivitas bayi sejak seminggu sebelumnya. Dengan penyesuaian waktu ini, lambat laun jadwal bayi akan sesuai zona waktu tempat Mama berlibur. Begitu juga saat sudah kembali pulang ke rumah, sedikit demi sedikit kembalikan jadwal bayi sesuai zona waktu rumah. Bersabarlah hingga bayi Mama berhasil menyesuaikan jam internal tubuhnya. Sebagai pendukung, ajaklah bayi berjalan atau bermain di luar di siang hari. Pada malam hari, jauhkan dari kebisingan dan redupkan lampu kamar supaya bayi cepat tertidur.

Mengajari Bayi Displin

Caranya tentu berbeda dari anak yang lebih besar. Pada masa ini, bentuk disiplin yang perlu diajarkan pada bayi adalah memahami mana yang boleh atau tidak boleh ia lakukan, mana yang aman atau tidak aman untuknya. Misalnya, saat bayi yang baru belajar merangkak mencoba menarik kabel dari colokan, segera cegah dan arahkan dia ke aktivitas yang lebih aman. “Bayi memang belum memahami apa arti disiplin yang sebenarnya, tapi dengan menerapkan teknik ini secara konsisten, manfaatnya akan terasa beberapa tahun kemudian,” kata Sandy Bailey, PhD., CFLE, pakar pengasuhan dari Montana State University.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *