Direktur PLN Sedang Berhadapan Besar

Direktur PLN Sedang Berhadapan Besar

Sofyan menambahkan, PJB adalah kunci dalam konsorsium tersebut. Sebab, hanya PJB yang memiliki pengalaman membangun pembangkit sebesar 1.000 megawatt di Indonesia. ”Tanpa PJB, konsorsium ini tidak layak dan tidak bisa ikut tender,” katanya. Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso menambahkan, persoalan ini sebenarnya sudah selesai. Investor, menurut dia, sudah memahami bahwa PLN memiliki hak untuk membatalkan proyek sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam klausul 5-5-c pada dokumen lelang (request for proposals) yang diamendemen pada Oktober 2015. ”Owner dari Cina sudah datang ke sini pada Jumat pekan lalu dan sudah minta maaf,” ujar Iwan.

Sekretaris Perusahaan PJB Muhammad Bardan mengaku tidak tahu soal masalah penyusutan komposisi saham di konsorsium. Ia hanya mengatakan PJB mengikuti apa yang diputuskan PLN selaku induk usaha mereka. ”Kami inline saja,” katanya Kamis pekan lalu. l l l SATU bulan sebelum lelang PLTU Jawa 5 dihentikan, PLN merombak besar-besaran direksi PJB. Semula ada enam posisi direktur di perusahaan yang membangun hampir separuh jumlah pembangkit di Indonesia ini. Setelah perombakan, lima direktur masih berstatus pelaksana tugas. ”Ini ada kaitannya dengan pembatalan proyek,” ujar seorang pejabat di pemerintahan. Ia mengatakan sebenarnya bukan alasan teknis yang membuat PLN membatalkan lelang.

Sebab, konsorsium Oceanwide dan PJB sudah memenuhi segala persyaratan. Dengan tawaran harga termurah US$ 4,56 sen per kWh, bisa dipastikan konsorsium ini adalah first-ranked bidder. ”Tapi ada keberpihakan PLN pada konsorsium kedua sehingga mereka mengambil kebijakan tersebut,” ucap pejabat tadi. PLN, kata dia, menginginkan PJB mundur dari konsorsium. Maka konsorsium pertama akan gugur sebagai peserta dan pemenang akan jatuh ke konsorsium kedua. Perusahaan setrum negara, pejabat tadi melanjutkan, bahkan mengancam PJB tidak akan diberi izin terlibat proyek.

Meski begitu, PJB—yang saat itu masih dipimpin Muljo Adji—tidak bergeming dan memilih pantang mundur. Imbasnya: Muljo Adji dicopot dari posisinya sebagai Direktur Utama PJB pada Maret lalu. Muljo Adji, saat dimintai konfirmasi, masih enggan berkomentar mengenai masalah ini. ”Nanti saja kalau sudah memungkinkan saya ceritakan,” ujarnya. Sofyan Basir membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan pencopotan direksi PJB tak lebih karena faktor usia. ”Memang sudah habis waktu menjabatnya,” katanya.

Soal PLN yang berpihak pada konsorsium kedua, Sofyan mengatakan isu seperti itu biasanya disebarkan oleh para calo yang marah karena kalah proyek. ”Kami batalkan dua-duanya. Tidak ada keberpihakan PLN seperti itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *