Mewaspadai Pertusis Bag2

Tiga Stadium

Mama, bila si kecil menunjukkan gejala batuk yang frekuensinya terus bertambah dari hari ke hari, disertai pilek dan malas makan, sekalipun tidak ada demam, baiknya periksakan ke dokter. Itu merupakan gejala klinis awal terkena pertusis. Apalagi bila si kecil juga ada kontak de ngan penderita atau anak yang belum diimunisasi atau imunisasinya tidak lengkap dan mengalami batuk pilek.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Lebih lengkapnya, ini tingkatan gejala klinis pertusis sesuai dengan stadiumnya. # Pertama, stadium kataral. Stadium ini berlangsung 2—7 hari dengan gejala klinis minimal, yaitu: pilek, malas makan, frekuensi batuk bertambah, bisa disertai demam ataupun tanpa demam. # Kedua, stadium paroksismal. Stadium ini berlangsung 1—2 minggu (bisa juga mencapai 8 minggu), dengan karakteristik “batuk pertusis” terutama pada pasien usia 6 bulan hingga 5 tahun: batuk mengonggong diikuti dengan muntah saat bayi/balita makan atau beraktivitas.

Dapat pula dijumpai muka merah hingga biru, mata menonjol, lidah menjulur, produksi kelenjar air mata dan liur berlebih, pelebaran vena di leher, serta penurunan kesadaran dan penurunan berat badan. # Stadium konvalesens. Gejala akan berkurang dalam beberapa ming gu sampai dengan beberapa bulan; dapat terjadi komplikasi berupa bercak darah pada kepala/leher, perdarahan mata, dan infeksi paru.

Penanganan Pertusis

Untuk memastikan si kecil terkena pertusis, dokter akan meminta Mama melakukan pemeriksaan penunjang: ¦ Pemeriksaan darah, hasilnya menunjukkan ada peningkatan jumlah sel leukosit (15.000— 100.000/mm3) dengan peningkatan jenis sel limfosit (limfositosis absolut), selain juga didapatkan antibodi IgG terhadap toksin pertusis. ¦ Foto dada (rontgen), dijumpai adanya bercak (infi ltrat) paru, kolaps paru (atelektasis), atau empiema (infeksi paru). ¦

Diagnosis pasti bila ditemukan organisme bakteri B. Pertussis pada fase awal penyakit dengan pemeriksaan apusan rongga hidung dan langit langit belakang rongga mulut (apus nasofa ring). Setelah si kecil diketahui positif menderita pertusis, maka ia perlu menjalani rawat inap untuk mendapatkan tindakan berikut: ¦ Pemberian oksigen hingga mesin bantuan napas (ventilasi mekanik) jika dibutuhkan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *