Papa Perokok, Waspadai Kanker Testis

Meski penyakit ini tergolong langka, sikap hati-hati tetap perlu dijaga, terutama bila Papa tergolong perokok aktif. Sperma dan hormon testosteron memiliki peran yang penting dalam perkembangan dan fungsi seksual pada lelaki. Keduanya diproduksi oleh testis. Karena itu, pada sistem reproduksi lelaki, testis merupakan bagian vital. Organ seks lelaki ini berbentuk oval dan berada di dalam kantong penis (skrotum). Salah satu problem kesehatan yang bisa terjadi adalah kanker testis, meski terbilang cukup langka (angka kejadiannya sedikit).

Baca juga : toefl ibt jakarta

Kanker testis terjadi ketika sel-sel tumbuh secara abnormal pada bagian testis dan tak bisa dikendalikan. Kemudian, akan terus berkembang tanpa bisa dikontrol. APA PENYEBABNYA? Ternyata, hingga kini belum diketahui secara pasti dan jelas mengenai penyebab kanker testis. Meski begitu, terdapat beberapa unsur yang bisa meningkatkan risiko seorang lelaki terkena kanker testis, yaitu: • Riwayat kesehatan. Bila ada anggota keluarga, misalnya, ayah atau saudara kandung lelaki yang mengalami kanker testis, peluang seseorang mengalami masalah kesehatan yang sama akan meningkat. • Perokok aktif, dalam Mangka panMang mengalami risiko hingga dua kali untuk mengalami kanker testis. • Pertumbuhan testis tak normal.

Misalnya, seseorang terkena sindrom klinefelter menjadikan menyebabkan testis tak bisa berkembang dengan normal. Alhasil, meningkatkan risiko mengalami kanker testis. Sindrom Klinefelter merupakan gangguan genetik yang membuat laki-laki memiliki kromosom X tambahan, jadi kromsom yang terbentuk bukan XY namun XXY. • Testis tidak turun. Testis dibentuk di abdomen dan biasanya turun ke dalam skrotum setelah bayi lahir atau di usia satu tahun. Pada kasus tertentu, testis tidak turun (kriptorkismus). Untuk anak yang memiliki kasus ini dikerjakan upaya operasi. • HIV/AIDS, Penderita HIV/AIDS rentan terkena kanker testis, karena masalah kesehatan ini menyerang sistem kekebalan tubuh. •

Faktor Ras. Konon, kanker testis cenderung terjadi pada lelaki kulit putih ketimbang kulit hitam. INI GEJALANYA, PA! Ada beberapa gejala yang ditunjukkan bila seorang lelaki diduga mengalami kanker testis, yaitu: • Gejala paling umum adalah muncul benjolan atau pembengkakan di area testis yang bisa disertai nyeri atau bahkan tak ada rasa sakit. • Di sekitar testis dan skrotum terasa pegal atau rasa sakit yang tajam. Rasa ini timbul-hilang. • Skrotum terasa berat. • Terjadi penimbunan cairan di dalam skrotum. Benjolan dan pembengkakan pada bagian testis memang belum tentu menunjukkan adanya kanker.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *